Keong

Ady Makhdi Musa

Link berhubungan aquascape

Published by Ady Makhdi Musa under on 1:37 AM
link sususan batu bagus

https://pin.it/tvzgjsypxhju5d



link step by step aquascape : vladimir-simoes-method

https://againstaquascapecommercialization.wordpress.com/2013/03/20/how-to-apply-vladimir-simoes-method/



link diana walstad :


aims :

  • Good plant growth
  • No injected CO2 required
  • No or little algae
  • No need for plant fertilizers
  • Supplies trace elements for fish health
  • Stable environment for your pets
  • No need to vacuum the substrate
  • No need for frequent water changes—once the tank is established
  • A smell-free tank.
  • Biofilter may not be required (plants will take care of the ammonia, nitrite and nitrate, and the soil bacteria will also consume nitrogen).



https://www.theaquariumwiki.com/wiki/Walstad_method#What_is_the_Walstad_Method.3F



selamat menikmati

Keong
- aquascape nasiuduk

Updated 1 : March 18 2019

Cara Membuat soil Aquascape

Published by Ady Makhdi Musa under on 5:49 PM
Artikel dibawah ini kudedikasikan untuk para penggemar aquascape , Selamat Membaca :

Jakarta 11 Feb 2019

How-To: Mineralized Soil Substrate

Over the years dedicated aquatic plant hobbyists have developed many different methods to maintain vibrant freshwater flora. After having tried almost all of the popular fertilization techniques, I have finally found one that produces consistently healthy aquatic plants. That fertilization method imparts essential nutrients by using mineralized topsoil as a substrate. 

When I joined the Greater Washington Aquatic Plant Association about four years ago, I attended my first official meeting at the home of Sean Murphy. Sean is a Fisheries Biologist by trade and has been employing mineralized soil in his planted aquariums for nearly two decades now. He developed a “recipe” for the soil substrate during his collegiate studies of wetlands soils. It is his recipe that I have recently begun using with great success. 


Using topsoil or potting soil as a substrate is not a new idea. Aquarists have been using this method to grow healthy aquatic plants for decades. However, this method does seem to pose some problems, namely algae outbreaks resulting from light intensity that is too strong. This is especially true when you first set up your aquarium with this type of substrate. The algae likely results from the excess nutrients that decomposing organic materials release in the soil. The decomposing organic materials are not bio-available to the aquatic plants. As the tankmatures, the algae dissipate slowly as the organics in the soil finish breaking down.


Mineralizing the soil beforehand helps to speed the breakdown of organic materials in the soil. In turn the mineralized soil will help shorten the initial algae outbreak period that many aquarists experience when using a soil substrate. Soil mineralization occurs from exposing bacteria, enzymes and other soil microbes to oxygen in a moist environment. The microbes break down the organic materials in the soil into bio-available minerals. As an added bonus these new bio-available forms of nutrients are generally only available to plants and not to algae. 


There are a few other components to the mineralized soil recipe. Clay provides a source of iron. The clay also serves to bind with the soil as a flocculating agent. When plants are uprooted or disturbed, the added clay will help the soil to settle back to the bottom of the tank. Adding Dolomite to the base of the substrate will provide plants with the necessary calcium and magnesium they need for healthy growth. The calcium and magnesium in the dolomite will also help to keep the soil from becoming too acidic. Lastly, add soluble potash for an initial potassium source. 


It is still possible to use pressurized CO2 and high lighting with this method of fertilization. I have setup four tanks using this method and all of them have been high-tech setups using CO2 and high lighting. I rarely ever have to dose any supplements save for the occasional dose of potassium. Use caution when dosing and dose very little amounts at a time. 



I’ve composed a list of materials and step-by-step instructions for those readers who would like to try the mineralized soil substrate method. 


untuk lebih jelasnya :  

http://www.aquaticplantcentral.com/forumapc/library/52554-how-mineralized-soil-substrate-aaron-talbot.html

Aquascape Nasiuduk

Published by Ady Makhdi Musa under on 5:43 PM
Aquascape Nasiuduk

Bermula bertemu kawan baru
Anak tanggung namun bermutu

Terlahirlah sebuah idea Aquascape.nasiuduk
Semoga diberi keberkahan untuk sang induk

Jakarta 11 feb 2019

Khilafah Islamiyah dan Sejumlah Ketidakmungkinan

Published by Ady Makhdi Musa under on 6:27 PM


Sebuah tulisan yang sangat mewakili diriku dalam konsep Khilafah di Indonesia. Selamat Membaca.
  • Keong  23 January 2019 


Khilafah Islamiyah dan Sejumlah Ketidakmungkinan


Senin, 1 Mei 2017

Hizbut Tahrir Indonesia [Sumber: Google images]

Apakah gerakan Khilafah Islamiyah mengancam Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia? Jawaban terhadap pertanyaan tersebut tentu tidak sekadar ya dan tidak. Bukan hanya karena gerakan ini masih terlalu kecil untuk menjadi ukuran ancaman, namun juga karena pada diri lembaga pengusungnya pun detail prinsip dan konsepsinya belum nampak dijalankan secara utuh.

Mereka menolak demokrasi dan menganggap pemerintahan yang ada sebagai thaghut, namun mereka menjalankan kehidupan sehari-hari berdasarkan aturan main yang diproduksi oleh thaghut. Mereka menolak pemilihan umum, namun pada saat yang sama menikmati hasil produksi pemilu tersebut memimpin kehidupan politik mereka.
Di luar perdebatan tentang ancaman itu, nampaknya kekhawatiran beberapa kalangan bisa dianggap berlebihan, mengingat beberapa hal menunjukkan ketidakmungkinan mewujudnya Khilafah Islamiyah seperti yang telah dikonsepsikan sedemikian rupa oleh Taqiyuddin an-Nabhani.

Pertama, prinsip-prinsip dalam Khilafah Islamiyah melawan hukum besi zaman. Zaman bergerak telah sedemikian maju, dan zaman memiliki semacam hukum besi yang membuatnya tidak mungkin mundur ke belakang. Sementara, prinsip-prinsip pemerintahan yang disebut sebagai Daulah Islam dengan sistem khilafah sama sekali tidak memenuhi syarat untuk menjawab segala persoalan kekinian. Kompleksitas masalah pengelolaan relasi antara negara dengan warganya, pengelolaan ekonomi, sama sekali tidak terlihat terjawab oleh skenario khilafah ala an-Nabhani.
Narasi prinsipil yang menjadi dasar perumusan Khilafah Islamiyah adalah narasi perang, narasi imperialisme, dan penaklukan. Bentuk pengelolaan pemerintahan yang ditawarkan juga bahkan tidak memiliki preseden dalam sejarahnya.
Jika yang disebut sebagai Khilafah Islamiyah adalah masa Rasulullah SAW dan Khulafaurrasyidin, misalnya, justru pergantian kekuasaan pada masa tersebut menunjukkan tidak adanya sistem baku yang diterapkan. Abu Bakar diangkat secara aklamasi; Umar diangkat melalui wasiat; Utsman diangkat melalui tim formatur yang diprakarsai Umar; dan Ali diangkat melalui aklamasi.
Untuk sekadar menyebut contoh lain bahwa konsepsi turunan dari Daulah Islamiyah juga penuh paradoks dan memperkuat ketidakmungkinan penerapannya; keharusan menghapuskan mata uang dan penyeragaman mata uang menjadi emas dan perak.

Kedua, aliran-aliran dalam Islam tidak mungkin disatukan. Menyatukan Islam dalam satu payung ideologi, akidah, apalagi pemerintahan, adalah sesuatu yang mustahil, dan bahkan melawan sunnatullah. Keragaman Islam adalah entitas yang natural. Keragaman telah ada dengan sendirinya (sunnatullah). Praktis, sejak ditinggal oleh Rasulullah SAW, tidak ada rujukan yang bisa dijadikan pegangan, akidah yang mana yang lebih benar dari akidah yang lain. Dengan segera bermunculan kelompok-kelompok yang berbeda akidah, hingga saat ini.
Perlu dicatat, mereka berbeda, bahkan berlawanan secara akidah, bukan hanya syariah, dan bukan hanya pada persoalan khilafiyah. Apalagi dalam konteks saat ini, ketika perbedaan aliran dalam Islam sudah sedemikian meluas, meruncing, dan masing-masing aliran juga memiliki pengikut fanatiknya sendiri. Dalam hal ini, gerakan unifikasi Islam justru akan menemukan ketidakmungkinannya sejak di langkah pertama: kesepakatan mengenai adakah yang disebut sebagai daulah Islam, negara Islam.
Jika pun persoalan itu selesai dan disepakati oleh semua golongan, maka ribuan persoalan berikutnya yang melahirkan ribuan pandangan dengan hujjahnya masing-masing harus dipertarungkan. Apalagi, jika dilihat lebih jauh, alih-alih melenturkan dirinya sehingga menjadi payung pemersatu yang cukup besar, Hizbut Tahrir bukan hanya menegasikan ideologi yang jelas berbeda secara mendasar, namun juga mengeksklusi “teman seperjuangan”-nya yang memilih metode berbeda untuk memperjuangkan syariat Islam.
Mereka juga mengkritik dengan keras Partai Keadilan Sejahtera, misalnya, yang memperjuangkan syariat Islam dan memilih kompromi dengan arus demokrasi dengan membentuk partai politik resmi. Bagi mereka, berpartai berarti turut melegitimasi pengambilan keputusan dengan voting. Padahal, bagi mereka, tidak mungkin memutuskan sesuatu berdasarkan suara terbanyak.
Pengambilan keputusan harus mengacu kepada kesesuaian dengan syara’, karena kedaulatan tertinggi ada pada syara’, bukan jumlah manusia yang setuju atau tidak setuju. Meski tentu saja, pada titik ini mereka seakan lupa bahwa manusia jualah yang menentukan mana yang syara’ mana yang bukan.

Ketiga, ketidakmungkinan menyatukan beberapa negara. Hizbut Tahrir menyatakan bahwa saat ini tidak ada satu pun bentuk pemerintahan yang memenuhi syarat disebut sebagai Daulah Islam, karena Khilafah Islamiyah bukan kerajaan, bukan pula republik atau demokrasi. Daulah Islam bukan Saudi Arabia, bukan Iran, bukan Mesir, dan bukan Indonesia.
Jangankan menyatukan seluruh negara yang dianggap sebagai negara Islam atau negara Muslim, saat ini bisa dibilang mustahil menyatukan dua negara saja menjadi satu. Apakah Saudi Arabia yang Wahabi akan bersedia dipimpin oleh Iran yang Syiah? Atau, apakah yang Wahabi dan Syiah bersedia melebur begitu saja dalam payung besar ideologi Hizbut Tahrir? Apakah negara-negara yang telah berdaulat itu akan merelakan kehilangan privilese dan melebur dalam sebuah daulah yang kekuasaannya memusat pada satu orang manusia?
Agar nampak lebih dramatis, perlulah sedikit disinggung bahwa yang disebut negara-negara Muslim pun saat ini lebih banyak yang menyatakan Hizbut Tahrir sebagai organisasi terlarang. Sebut saja Saudi Arabia, Mesir, Turki, Tunisia, Pakistan, Bangladesh, dan bahkan Yordania—negara tempat organisasi ini dibesarkan. Tragisnya lagi, pusat organisasi ini berada di Inggris, sebuah negara demokrasi yang ditentangnya. Dan demokrasilah yang melindungi eksistensi mereka.

Keempat, mewujudkan khilafah berarti membubarkan negara yang ada saat ini. Jika Indonesia menyepakati berdirinya khilafah, hal itu berarti membubarkan NKRI dan membentuk ulang negara Indonesia. Dengan segala konsepsinya, mendirikan khilafah dalam konteks Indonesia berarti mengubah konstitusi dan dasar negara, Pancasila. Mungkinkah? Dengan mudah dijawab bahwa perubahan konstitusi UUD 1945 pada tingkat yang sangat ekstrem seperti itu mustahil dilakukan.
Apakah mungkin mengubah Pembukaan UUD 1945 yang berisi dasar negara Pancasila? Konstitusi kita dengan jelas menyebut bahwa mengubah Pembukaan UUD 1945 sama artinya membubarkan negara. Begitu juga mengubah bentuk negara NKRI menjadi Khilafah tidak dimungkinkan oleh UUD 1945.
Pasal tentang bentuk negara NKRI itu sudah final dan tidak boleh diganggu gugat, demikian digariskan oleh UUD 1945. Lihatlah Pasal 37 ayat (5): “Khusus tentang bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan”. Atas dasar segala ketidakmungkinan itu, tentu dengan mudah bisa disimpulkan bahwa sejauh ini, konsepsi gerakan khilafah Islamiyah belum menjadi ancaman terhadap Pancasila secara ideologis.
Namun, tentu ini harus dibedakan dengan tindakan-tindakan yang jelas dilakukan melawan hukum negara yang berlaku. Sejauh mereka menaati peraturan yang berlaku, meski dianggap sebagai peraturan thaghut, mereka masih layak untuk hidup secara sah di negeri demokrasi ini. Tentu akan lebih fair jika kita mendukung Hizbut Tahrir Indonesia menjadi partai politik resmi yang bertarung dan berkompetisi dengan partai politik nasional lain untuk membuktikan apakah dirinya bisa diterima rakyat Indonesia atau tidak.
Kita akan lihat sejauhmana HTI bisa berlama-lama bergandengan tangan dengan Front Pembela Islam, Majelis Mujahidin Indonesia, Jamaah Ansharut Tauhid, Jemaah Islamiyah, dan seterusnya untuk membuat satu payung besar menuju terwujudnya Khilafah Islamiyah. Kita juga akan lihat sejauhmana HTI ketika menjadi partai bisa berkoalisi dengan PKS, PPP, PAN, dan sebagainya. Namun, nampaknya itu juga bukan pilihan HTI.
Jika demikian, tentu saja saran saya untuk para pejuang khilafah: jadilah penggerak khilafah yang kaffah: Tak hanya anti-pemerintahan thaghut, anti-upacara bendera, anti-demokrasi, dan anti-pemilu, namun juga anti-KTP, Surat Kelahiran, Surat Nikah, Pajak Bumi dan Bangunan, dan anti-tinggal di wilayah darul kufr. Tak perlulah membuat surat pemberitahuan kepada polisi thaghut untuk menyelenggarakan demonstrasi.

Aktivis Pusat Studi Pesantren dan Direktur Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)

dicopy dari :
https://geotimes.co.id/kolom/politik/khilafah-islamiyah-dan-sejumlah-ketidakmungkinan/



Ahir file

Enggan Belajar Agama

Published by Ady Makhdi Musa under on 4:57 PM

Enggan Belajar Agama

Padahal belajar agama adalah jalan paling mudah menuju surga.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

Di antara pengertian dengan menuntut ilmu mudah masuk surga adalah:

1. Dengan menempuh jalan mencari ilmu, Allah akan memudahkannya masuk surga.
2. Menuntut ilmu adalah sebab seseorang mendapatkan hidayah. Hidayah inilah yang mengantarkan seseorang kepada surga.
3. Menuntut suatu ilmu akan mengantarkan kepada ilmu lainnya yang dengan ilmu tersebut akan mengantarkan kepada surga.
4. Dengan ilmu, Allah akan memudahkan jalan yang nyata menuju surga yaitu saat melewati shirath (titian yang terbentang di atas neraka menuju surga, pen.).

Sampai-sampai Ibnu Rajab menyimpulkan, menuntut ilmu adalah jalan paling ringkas menuju surga. (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2:297-298)

Semoga kita bisa berhijrah dan menjadi lebih baik secara total tak separuh hati.

Jakarta 15 January 2019


Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/19294-berhijrah-masih-separuh-hati.html

Ternyata akhirat masih tidak kekal ???

Published by Ady Makhdi Musa under on 6:26 PM

Membuka Kembali File lama,

mencermati kembali apa yang telah aku dapat dan pahami

ada topik yang menarik untuk dicermati kembali 

Apakah Akhirat Tidak kekal seperti termaktub pada  sebuah buku karangan Agus Mustopa

Semoga menjadi nasihat yang bermanfaat, agar siap di kehidupan akhirat

Salam

Jakarta 14 Jan 2019

 

 

Awal Copas

Message


 
 
 
 
Pada Jumat, 17 Mei 2013 08.58.25 WIB, Makhdi Musa <makhdi6666@yahoo.com> menulis: 

  

he he he.... kekal kok wo'
Kholidun
kekalnya makhluk
sedangkan 
Baqa' -TIDAK berawal dan TIDAK berakhir

jika akhirat tidak kekal maka akan menjadi motivasi kaum kafirin untuk berbuat maksiat
toh nanti akan ada harapan berahirnya sebuah "balasan" dari Allah

Padahal : saya pernah dengar ( Please Checked lagi ya)
Allah berfirman hari ini AKU "sembelih" ajal.
dan tidak ada ajal lagi kalian kekal didalammya.

ini bentuk penetapan dari ALLAH bahwa Akhirat itu Kholidun = kekal

wallahualam bisawab... dengan segala keterbatasan Ilmuku... Please check dan rechecked lagi sebelum meyakininya...

Salam Kangen

From: Hari Prabowo <hapra2000@yahoo.com>
To: "diskusi-moslem@yahoogroups.com" <diskusi-moslem@yahoogroups.com> 
Sent: Sunday, March 17, 2013 11:34 PM
Subject: [diskusi-moslem] ternyata akhirat masih tidak kekal [1 Attachment]

  9 tahun kontroversial. ...yg sudah baca silahkan dishare dimari
 Ahir Copas
 
 

Taubat

Published by Ady Makhdi Musa under on 6:00 PM
Taubat

Jadikan muhasabah akan mengingat perbuatan dosamu sebagai Motor Penggerak untuk Segera BerTAUBAT

dan kembalilah menyibukkan diri menyelami samudra Manhaj Salafush Shalih
semoga  Istiqomah Aamiin

Jakarta 14 Jan 2019
 

Lipsum

Followers